Site icon Darul Ilmi Indonesia: Beranda Pengetahuan

Anak Amanah Allah, Bukan Budak Gadget

Artikel oleh Al-Ustadz Jazmi Zulhilmi Putra, M.Pd., Direktur Administrasi Keuangan PMDII

Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta, telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah At-Tin:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)

Ayat ini menunjukkan keagungan ciptaan Allah SWT—manusia yang dikaruniai akal, hati, dan fisik yang luar biasa untuk menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi. Kesempurnaan ini mengandung amanah besar: agar manusia hidup sesuai dengan tujuan penciptaannya, yakni beribadah kepada-Nya dan memakmurkan bumi dengan kebaikan.

Namun, siapa sangka kesempurnaan ini justru dirusak oleh ulah manusia sendiri. Salah satu fenomena yang mengkhawatirkan saat ini adalah kecanduan gadget.

Bagaimana Kondisi Anak Kita Saat Ini?

Jika tanda-tanda ini ada dalam diri anak kita, itu bukan sekadar masalah kebiasaan, tapi bisa menjadi GANGGUAN MENTAL.

Bagaimana Mengatasinya?

  1. Penerimaan dengan Ikhlas dan Doa

Terima anak apa adanya dengan hati ikhlas, ridha, pasrah, dan tetap bersyukur.

Doa:

“Ya Allah, meskipun anak saya sudah kecanduan gadget, saya ikhlas, saya ridha, saya pasrahkan kepada-Mu, Dzat yang Maha Menyembuhkan, yang Maha Memberikan kebaikan. Saya syukuri segala takdir dari-Mu.”

  1. Dampingi Saat Tidur dan Doakan

Temani anak saat tidur siang atau malam, dan ucapkan doa-doa positif:

“Ya Allah, meskipun Aiman (sebut nama anak) suka main gadget, padahal mama dan papa ingin dia tumbuh cerdas, sholeh, dan berakhlak mulia, tapi kami sayang Aiman. Aiman adalah anak yang baik.”

  1. Komitmen untuk Sembuh

Mengapa Harus Orang Tua yang Mengontrol?

Karena Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk menjaga pandangan dan kesucian diri sebagaimana dalam QS. An-Nur: 30–31:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya…”

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya…”

Ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga penglihatan, karena gadget adalah salah satu pintu utama pornografi, kekerasan, dan konten tidak layak lainnya. Anak-anak harus diawasi agar tidak terjerumus lebih jauh.

Jika Anak Terpapar dan Mengalami Gangguan Mental, Apa Tanggung Jawab Kita di Hadapan Allah?

Anak adalah amanah. Allah telah menciptakan mereka dalam kesempurnaan. Maka jika kita sebagai orang tua lalai dan membiarkan mereka rusak oleh teknologi, kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Langkah Pemulihan: Jadwal Pengganti Gadget

HARI KEGIATAN
Senin Mengaji + Les Remedial
Selasa Olahraga
Rabu Musik
Kamis Keterampilan
Jumat Mengaji
Sabtu Beres-beres rumah
Ahad Rekreasi keluarga

Penutup Doa

اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ

Allahumma inni as’aluka husnal khatimah

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akhir hidup yang baik.”

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْت

Allāhumma innā nas’aluka taubatun qabla al-maut

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar Engkau menerima taubat kami sebelum datangnya maut.”

Solusi dari Semua Ini Hanya Satu: BERUBAH

Mari kita mulai perubahan itu dari rumah kita sendiri. InsyaAllah, ikhtiar ini menjadi doa agar anak-anak kita kembali kepada fitrah dan tumbuh menjadi generasi yang beriman, kuat, dan bertanggung jawab.

Referensi:

Seminar Pola Asuh Anak Terpapar Pornografi – Bunda Elly Risman

Seminar SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Exit mobile version