Nasihat oleh Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fannanie, M.A. Pimpinan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia
Anak-anakku sekalian, di Pondok ini ujian kita jauh lebih banyak daripada di rumah. Kita diuji bukan cuma dengan pelajaran, tapi juga diuji dengan sakit, diuji dengan hati, diuji dengan malas, diuji dengan rindu, diuji dengan sedih — banyak sekali ujian! Dan semua ujian itu harus kita hadapi. Kita hadapi, bukan lari, bukan mengeluh. Karena ujian itu, mau hari ini, mau besok, pasti akan datang.
Yang paling berat itu apa? Malas! Malas itu musuh besar. Belum lagi khawatir. Khawatir nggak naik kelas, khawatir pelajaran banyak, khawatir keluarga di rumah sakit. Itu semua ujian pikiran. Dan untuk semua itu, kita harus minta pertolongan kepada Allah. Ada doa khusus yang harus kalian hafalkan, doa untuk dijauhkan dari kesedihan, kemalasan, pengkhianatan, ketakutan, dan dari hinaan orang lain.
Kita juga minta kepada Allah supaya semua urusan kita dimudahkan. Urusan belajar, urusan orang tua, urusan guru-guru, semuanya. Jangan lupa, bacakan Al-Fatihah sebelum dan sesudah berdoa. Ini penting! Supaya hati kita mantap dan kuat menghadapi perojaan, menghadapi ujian akhir nanti.
Anak-anakku, jangan takut sama ujian. Hadapi dengan happy! Happy itu apa? Senang, ceria. Jangan merasa tertekan. Jangan minder hanya karena baru kelas satu, atau badan kecil. Kalau nggak paham pelajaran, tanya kakak kelas. Kalau kakak kelas nggak bisa, tanya ustadz. Jangan malu!
Ingat! Muroja’ah itu ibadah. Menghafal itu ibadah. Duduk mendengarkan nasihat seperti ini pun ibadah! Allah kasih kita kesempatan nambah ibadah lewat muroja’ah dan ujian. Di luar sana, anak-anak sibuk main motor, game, tawuran — banyak yang hidupnya rusak sebelum sempat berjuang. Kita di Pondok diselamatkan Allah!
Lihat anak-anak di Gaza, seumuran kalian, mereka hadapi peluru, tank, bom! Tapi mereka tidak takut mati. Mereka tahu mati itu syahid. Kita di negeri damai ini, masa malah malas? Kita harus jadi lebih hebat, lebih kuat! Kalau mereka mati syahid, kita yang harus lanjutkan perjuangan ini.
Karena itu, harus semangat! Jangan ada yang lemas, jangan ada yang malas. Kita ini bukan anak-anak biasa. Kita calon pejuang. Kalian bukan cuma santri, kalian calon pemimpin dunia!
Semangat menghadapi perojaan, semangat menghadapi ujian. Makan yang banyak, tidur yang cukup, olahraga yang banyak, belajar lebih banyak. Gerakkan badanmu, gerakkan otakmu, gerakkan kakimu ke masjid, ke tempat belajar. Wil harokah barokah! Bergerak itu berkah.
Latih diri kalian, seperti Mike Tyson yang kecil tapi jadi juara dunia. Bukan karena dia besar, tapi karena dia terus bergerak, terus latihan. Setiap gerakan membawa kekuatan. Setiap kekuatan membawa keberkahan.
Mulai dari sekarang, siapkan diri. Mulai baca ulang pelajaran. Persiapkan untuk muroja’ah. Satu bulan lagi kita ujian kenaikan. Ini yang akan menentukan: kalian mau jadi pejuang atau tidak!
Ayo, semangat semuanya! Kelas lima, kelas tiga, kelas dua, kelas satu — semua harus semangat! Siapkan pertanyaan, siapkan mental, siapkan diri. Kalian lah calon-calon orang besar!

