Site icon Darul Ilmi Indonesia: Beranda Pengetahuan

Kehilangan Rasa Kehilangan

Puisi oleh Panji Muhammad, santri kelas 3-B dari Karawang

Di bawah terik sang mentari
Serta naungan sang mega
Kau putuskan ‘tuk tinggalkan kami
Kau hanguskan ribuan mimpi

Yang bersama kita awali
Langkahmu menjauh perlahan
Menyisakan jejak kenangan
Semakin lama, semakin runyam
Ditelan pasti oleh masa yang karam

Kemarin, kau ada di setiap detik
Setiap helaan napas, setiap detak
Namun kini kau pergi begitu saja
Bagai cahaya yang raib oleh bayangan

Hujan mewakili tangisku
Angin menghembuskan rinduku
Tak ada lagi tawa garing
Hanya muara tangisan yang kering

Masa tetap berlari, tak menunggu
Namun kenanganmu tetap membeku
Merangkai memori baru
Memaksaku ‘tuk segera melepas rindu

Rasa, tawa, duka
Menyulam masa, menulis cerita
Tentang aku dan kamu
Abadi di tengah derasnya gulir waktu

Aku tahu waktu tak bisa mundur
Tapi tak bisakah tanganmu kembali terulur?
Tidak
Aku tidak kehilangan rasa kehilangan

Sesak ini menghujam dada
Bagai rintik hujan di musim pancaroba

Namun,
Dalam senyapnya sunyi, aku menyadari
Bahwa temali pertemanan ‘kan berpisah suatu hari
Layaknya pohon dan dahannya
Bersatu, mustahil terpisahkan

Pergi, pergilah kawan
Cerita telah menjadi prasasti kenangan
Aku tersadar, itu jalanmu
Dan kau tahu, aku di jalanku

Kepergianmu kini
Bukan tentang akhir sebuah kisah
Tapi awal langkah
Menuju kenangan abadi

Kau dan aku adalah aliran air
Berpisah di cabang, ‘tuk kemudian bertemu
Esok lusa, di samudra tawa dan duka

Exit mobile version