Site icon Darul Ilmi Indonesia: Beranda Pengetahuan

Menjaga Ritme Kesantrian: Santri Darul Ilmi Indonesia Mudik dengan Bekal Adab dan Al-Qur’an

PMDII – Gelombang kepulangan santri Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia mulai terlihat sejak malam ini (09/03). Menyongsong Idul Fitri 1447 H, sebanyak ratusan santri memulai masa liburan yang dijadwalkan hingga 28 Maret 2026 mendatang.

Namun, liburan kali ini bukan sekadar jeda dari rutinitas akademik. Pihak pesantren menekankan bahwa santri adalah “pesantren berjalan” di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sebelum koper dikemas, para santri wajib melewati tiga tahap pengarahan intensif.

Salah satu sesi yang paling krusial adalah pembekalan etiket (Etiquette). Di sini, santri ditempa kembali mengenai tata krama berkomunikasi, adab makan, hingga cara bersosialisasi yang santun di kampung halaman. Pesantren ingin memastikan bahwa identitas santri yang beradab tetap melekat kuat meski jauh dari pengawasan guru.

Selain adab, aspek spiritual menjadi syarat mutlak. Seluruh santri disyaratkan telah menuntaskan program ODOJ (One Day One Juz) di pesantren sebagai “tiket” pulang. Program ini dirancang bukan sebagai beban, melainkan sebagai fondasi agar tilawah Al-Qur’an tetap menggema di rumah masing-masing selama masa liburan.

“Kami melepas mereka untuk berbakti kepada orang tua, namun Al-Qur’an tidak boleh lepas dari genggaman,” ujar Al Ustadz Dodik Gilang Islami, S.H., M.Si selaku Direktur Pengasuhan Santri PMDII.

Exit mobile version