Site icon Darul Ilmi Indonesia: Beranda Pengetahuan

Cetak Calon Pengusaha Masa Depan, Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia Bedah Strategi “Leadership & Mental Tangguh” Bersama CEO Goltens Indonesia

BOGOR – Di tengah gempuran arus digitalisasi dan ketidakpastian global, Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia (PMDII) mengambil langkah strategis dalam membekali para santrinya dengan skill masa depan. Pada Kamis (16/04/2026), pesantren menggelar seminar eksklusif bertajuk “Leadership & Mental Tangguh di Era Modern” yang menghadirkan praktisi industri internasional, Bayu Sukamto, Managing Director Goltens Indonesia.

Acara yang dipusatkan di Aula PMDII ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia, K.H. Aulia Zefriansyah, M.Sc., Ib. Dalam pidato pembukaannya, Kyai Aulia menekankan bahwa santri masa kini harus bertransformasi menjadi sosok yang mumpuni secara spiritual sekaligus kompetitif di kancah profesional.

Integritas Santri di Level Korporat

Bayu Sukamto, pemimpin di salah satu perusahaan layanan teknik global terkemuka, mengawali materinya dengan membedah realitas dunia kerja yang kian kompetitif. Ia menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan ketangguhan mental (resilience).

Pesan paling kuat yang disampaikan dalam seminar tersebut adalah dorongan agar santri berani menancapkan kaki di dunia wirausaha. Menurut Bayu, santri tidak boleh takut untuk menjadi pengusaha, karena mereka memiliki tiga pilar utama yang jarang dimiliki oleh lulusan umum:

“Seorang pengusaha sukses bukan mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang memiliki mentalitas untuk bangkit satu kali lebih banyak daripada jatuhnya. Dan santri sudah terlatih untuk itu setiap hari,” tegas Bayu di hadapan ratusan audiens.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Santri

Agenda yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini berjalan sangat dinamis. Ratusan santri tampak menyimak dengan saksama dan mencatat poin-poin penting dalam buku saku mereka.

Antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa semangat kewirausahaan (entrepreneurship) mulai tumbuh subur di lingkungan pesantren. Para santri kini memiliki cakrawala baru bahwa masa depan tidak hanya terbatas pada menjadi tenaga pengajar, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.

Komitmen Pesantren

Menutup rangkaian acara, K.H. Aulia Zefriansyah menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bayu Sukamto atas kesediaannya berbagi ilmu. Beliau berharap seminar ini menjadi pemantik awal bagi lahirnya CEO-CEO Muslim baru yang lahir dari rahim pesantren.

“Kami ingin santri Darul Ilmi Indonesia tidak gagap saat terjun ke masyarakat. Mereka harus menjadi pemimpin yang memimpin dengan hati, namun memiliki strategi berpikir layaknya pemimpin perusahaan global,” pungkas Kyai Aulia.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol sinergi kuat antara dunia pendidikan pesantren dan dunia industri profesional.

Exit mobile version