Menyambung euforia kemeriahan Apel Tahunan Khutbatul Arsy yang digelar pada pagi hari, Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia (PMDII) langsung melangsungkan agenda Kuliah Umum Kepesantrenan (Babak 1) pada Ahad (6/9) malam pukul 20.15 WIB. Bertempat di Aula Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia, acara ini diisi dengan pemaparan laporan evaluasi penampilan santri yang disampaikan langsung oleh Direktur Pengasuhan Santri, Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, M.Si.
Dalam laporannya, Al-Ustadz Gilang memberikan ulasan yang komprehensif dan membangun terhadap seluruh rangkaian pertunjukan yang telah disuguhkan. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kekompakan, penguasaan panggung, hingga penghayatan pesan.
Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada beberapa penampilan, seperti tim Debat yang dinilai sangat kuat secara argumentasi dan penuh percaya diri, serta Tari Saman Aceh yang dipuji karena gerakannya yang nyaris sempurna. Meski demikian, Al-Ustadz Dodik juga memberikan catatan konstruktif agar ke depannya penampilan santri semakin maksimal. Beberapa catatan tersebut di antaranya adalah perlunya penguatan closing statement pada Drama Tiga Bahasa, peningkatan presisi pada gerakan Paskibra, eksplorasi daya tarik pada Tari Zapin dan Tari Batak, serta perlunya penghayatan yang lebih mendalam saat pembacaan Puisi.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas santri, puncak acara malam itu diisi dengan pengumuman Penghargaan Khutbatul Arsy 2026. Adapun hasil penampilan terbaik tahun ini diraih oleh:
-
Terbaik I: Tari Saman Aceh
-
Terbaik II: Drama Kabaret
-
Terbaik III: Martial Art
Pelaporan evaluasi dan pemberian penghargaan ini bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil sebagai strategi edukatif pesantren untuk memotivasi para santri. Dengan mengetahui kelebihan serta ruang untuk perbaikan, para santri PMDII diharapkan dapat terus berinovasi, tidak cepat puas, dan senantiasa memaksimalkan performa mereka pada pergelaran Apel Tahunan Khutbatul Arsy di masa yang akan datang. sans88

