Monday, November 2, 2026
HomeUncategorizedKupas Tuntas Nilai Kepesantrenan, Ustadz Ritho Bekali Santri PMDII di Kuliah Umum...

Kupas Tuntas Nilai Kepesantrenan, Ustadz Ritho Bekali Santri PMDII di Kuliah Umum Khutbatul Arsy

Melanjutkan agenda evaluasi penampilan santri pada Ahad (6/9) malam di Aula Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia (PMDII), rangkaian acara langsung disambung dengan Kuliah Umum Kepesantrenan Babak I. Materi komprehensif mengenai akar sejarah, sistem pendidikan, hingga peran pesantren dalam membentuk karakter santri ini disampaikan secara lugas oleh Al-Ustadz M.A. Ritho Lidinillah Badjuri.

Dalam pemaparannya, Al-Ustadz Ritho menekankan beberapa pilar utama yang harus dipahami oleh seluruh santri sebagai landasan kehidupan di pesantren:

  • Sejarah Panjang Pesantren: Pendidikan pesantren telah mengakar kuat di Indonesia bahkan sebelum berdirinya Kerajaan Mataram, seperti Pesantren Al-Kahfi di Kebumen yang berdiri sekitar tahun 1475. Jejak ini diteruskan oleh institusi besar lainnya seperti Lirboyo, Gontor (1926), Sidogiri (1745), hingga Tebuireng.

  • Keyakinan pada Sistem Muadalah: PMDII menerapkan sistem pendidikan Muadalah (program 6 tahun dan 3 tahun) yang resmi. Santri diimbau untuk mantap dan tidak ragu terhadap jalur pendidikan yang sedang mereka tempuh.

  • Filosofi Pendidikan dan Pengasuhan: Karakter santri dibentuk oleh tiga lingkungan utama: keluarga, masyarakat, dan pesantren. Selama di pondok, para pimpinan dan asatidz mengambil peran sebagai figur “Bapak” (sebagaimana tersirat dalam lirik akhir Hymne Oh Pondokku) yang membimbing dan mendidik layaknya orang tua kandung.

  • Menghargai Pengorbanan Orang Tua: Keputusan menitipkan anak di pesantren adalah perjuangan mulia. Santri diwajibkan membalas pengorbanan tersebut dengan kesungguhan belajar.

  • Kebebasan, Adab, dan Keterbukaan: Kebebasan santri diikat oleh aturan untuk melatih kedisiplinan. Santri dituntut menjaga adab kepada guru, namun juga didorong untuk berani terbuka. Berbagai keluhan atau masalah tidak boleh dipendam sendiri dan harus dikomunikasikan kepada asatidz untuk mencari solusi bersama.

Pengembangan Kompetensi dan Arah Masa Depan PMDII

Untuk membekali santri menghadapi tantangan global, pemateri juga memaparkan fokus pengembangan kompetensi di lingkungan PMDII yang meliputi:

  • Penguasaan Teknologi Informasi (IT) dan Literasi.

  • Kemampuan Public Speaking.

  • Kecakapan komunikasi dalam tiga bahasa (Arab, Indonesia, dan Inggris).

Sebagai penutup, ditekankan bahwa PMDII akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan ruh kepesantrenannya. Santri didorong untuk terus aktif dan proaktif bertanya demi mengoptimalkan proses pendidikan mereka di pesantren.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments