oleh Sandy Hendra Wibawa (Guru KMI) dan Zaid Taqy Abdul Ghany (Santri 1-C dari Bogor)
Bumi, tempat manusia,
Yang… amat kaya, sangat berada.
Rumah ‘Khalifah Bumi’, manusia
Harta, tahta, wanita, senjata, kereta, batu bata
Namun, manusia lebih cinta uangnya daripada nyawanya.
Demi masa, limbah dan asap membakar semesta.
Polusi memenuhi langit pudarkan jelita.
Pohon dan gunung tak berdosa, ditanya mana tanggung jawabnya.
Sungai dan laut tercemar karena limbahnya berpesta,
melahap semua yang diajaknya.
Bumi lampiaskan amarahnya,
mengundang para tamunya, untuk hadir di jamuan derita
Bumi, sudah terlalu lama kian menjeda,
Di mana kharismanya…
Badai datang berhias gaunnya,
berbalur hujan, lengkap dengan manik-manik petirnya
yang berbunyi saat kali ditiup anginnya
Selamat datang tamu sekalian, pesta dimulai… ujarnya.

