Oleh Alva Rijal Fadhil, Kelas 3xB
Indonesia, adalah tempat ternyaman
Dengan begitu banyak keberagaman
Indonesia, adalah negeri impian
Sejauh mata memandang, kau dapatkan keindahan
Indonesia, tanah terkaya yang pernah ada
Segala yang diperebutkan, terkubur di bawah sana
Kau tahu apa itu surga dunia?
Itulah negeriku, Indonesia
Namun, malangnya negeriku
Keserakahan mengintai dari hilir hingga hulu
Pasak bumi negeriku diratakan dengan tanah
Hutan-hutan dibakar untuk membuka lahan
Perut bumi dikeruk, hanya untuk bongkahan emas
Sungai yang dulu kupakai mandi
Kini tak ubahnya aliran limbah industri
Konon katanya, semua dilakukan demi kemajuan bangsa
Omong kosong!
Kemajuan tak pantas disandingkan dengan kerusakan
Sayang sekali, semua itu dilakukan oleh bangsa sendiri
Para penerus pahlawan yang kita sebut dewan
Apanya yang penerus pahlawan
Jika dengan penjajah mereka berkawan
Dan pribumilah yang mereka lawan
Proyek mega-kuadriliun dipegang bangsa asing
Kompetensi lokal semakin terasing
Kekayaan negeriku digerogoti tikus berdasi
Berjalan bebas tanpa konsekuensi
Sulit diadili, bahkan dilindungi
Masuk ke lapas hanyalah formalitas
Sel penjara bak hotel kelas atas
Denda tak sebanding dengan kerugian negara
Dewan negara lebih pantas disebut pengkhianat bangsa
Segala keputusannya membuat rakyat kecil merana
Indonesia, tanah air tercinta
Sedang dalam keterpurukan

