Artikel oleh M. Qotafaridhi Anbach, santri kelas 3-B asal Jakarta
Awal Masuknya Islam ke Peradaban Eropa
Kesuksesan negara-negara Eropa dalam menguasai benua lain pada masa kini tidak terlepas dari usaha dan keberanian mereka dalam melakukan perubahan. Berbagai perkembangan telah dicapai, mulai dari politik hingga teknologi yang saat ini menjadi keunggulan utama mereka.
Namun, semua perkembangan dan perubahan yang telah dicapai oleh Eropa tidak dapat dilepaskan dari pengaruh peradaban Islam di masa lampau yang sangat gemilang. Hal ini bermula ketika Islam dan umat Muslim menduduki tanah Andalusia (sekarang Spanyol). Sejak saat itu, Islam di Andalusia menjadi cerminan bagi masyarakat non-Muslim dalam mengembangkan peradaban mereka hingga mencapai kejayaan seperti saat ini.
Banyak orang Kristen dari berbagai golongan, seperti suku Visigoth, Hispano-Romawi, Semenanjung Iberia, dan lainnya, yang belajar atau menimba ilmu di majelis-majelis dan universitas yang dibangun di sana. Peradaban Islam di Andalusia menjadi faktor penting bagi peradaban Eropa, yang kemudian terbukti berhasil mencapai masa Renaissance dan kesuksesan seperti yang kita lihat saat ini.
Awal mula masuknya Islam ke kawasan Eropa terjadi melalui Andalusia (Spanyol) pada tahun 705-715 M, pada masa Khalifah Al-Walid dari Dinasti Bani Umayyah. Kala itu, kaum Muslim telah menguasai wilayah Afrika Utara, yang kemudian menjadi batu loncatan bagi mereka untuk menaklukkan Spanyol dan menguasai Eropa. Dalam proses penaklukan wilayah Andalusia, terdapat tiga tokoh penting, yaitu Tharif bin Malik, Musa bin Nushair, dan yang paling terkenal, Thariq bin Ziyad, yang dikenang karena pidatonya yang membakar semangat kaum Muslimin untuk berperang meskipun mereka kalah jumlah.
Kemenangan pertama ini membuka jalan bagi penaklukan wilayah Andalusia dan sekitarnya, serta memperluas wilayah Islam hingga ke negara-negara besar lainnya seperti bagian tengah Prancis dan beberapa wilayah penting di Italia.
Pengaruh Andalusia bagi Kemajuan Peradaban Eropa
Selama tujuh abad di bawah naungan kaum Muslimin, Andalusia (Spanyol) dan Eropa memperoleh banyak ilmu serta kemajuan yang menjadi fondasi peradaban mereka. Peradaban Eropa modern banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang pada masa itu. Spanyol atau Andalusia menjadi tempat utama bagi Eropa dalam menyerap peradaban Islam di berbagai bidang, baik politik, sosial, ekonomi, dan lainnya.
Kemajuan ini juga tidak terlepas dari pengaruh para ilmuwan Muslim yang mengajarkan ilmu di Andalusia, seperti Ibnu Khaldun di bidang sosial, Ibnu Sina dalam ilmu kedokteran, serta Ibnu Rusyd dalam filsafat. Ibnu Rusyd, khususnya, berperan penting dalam membebaskan pemikiran dari belenggu taklid (menerima pendapat orang lain tanpa mengetahui sumbernya). Kala itu, Andalusia mengalami taklid dalam agama. Pemikiran Ibnu Rusyd mendorong kebebasan berpikir dengan mengulas pemikiran Aristoteles, yang menarik minat orang-orang berpikiran bebas di Eropa. Dari sinilah muncul Gerakan Averroisme, dan karya-karya Ibnu Rusyd mulai dicetak serta disebarluaskan ke seluruh Eropa.
Selain itu, banyak pemuda-pemudi Kristen yang belajar di universitas Islam yang dibangun di Andalusia. Mereka kemudian menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan Muslim. Setelah kembali ke daerah asal mereka, mereka mulai mendirikan universitas dan sekolah serupa. Salah satu universitas pertama yang dibangun di Eropa adalah Universitas Paris, Prancis, pada tahun 1231 M.
Khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang sejak abad ke-12 M memunculkan Gerakan Kebangkitan Kembali (Renaissance) pada abad ke-14 M. Pergerakan ini dimulai di Italia dan berlanjut ke berbagai belahan Eropa, hingga mencapai pencerahan pada abad ke-18 M. Perkembangan ini juga mencakup kemajuan dalam bidang pendidikan, infrastruktur, serta kesuksesan pemerintahan dalam politik.
Walaupun pada akhirnya umat Muslim di Andalusia harus diusir secara kejam dan mengalami kemunduran drastis, peradaban yang mereka tinggalkan tetap menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang membawa cahaya bagi peradaban dunia. Islam tidak hanya menjadi teladan bagi agama dan bangsa lain, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam sendiri agar tetap mempertahankan nilai-nilai Islam yang luhur.
Sumber Pembuatan Artikel Ini:
Buku: Sejarah Peradaban Islam – Dr. Badri Yatim, MA
Internet: Wikipedia.com, Muhammadiyah.com

