Bogor, Darul Ilmi News – Suasana perpustakaan dan aula pertemuan Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia tampak berbeda dari biasanya. Selama lima hari ke depan, para santri kelas 5 KMI (setara 2 SMA) menanggalkan rutinitas kelas reguler untuk terjun ke dalam lautan ilmu klasik melalui kegiatan tahunan Fathul Kutub.
Program intensif ini dirancang bukan sekadar untuk membaca, melainkan melatih ketajaman analisis santri terhadap “kitab kuning” atau turots yang tidak berharakat (kitab gundul). Fokus utama tahun ini mencakup tiga pilar keilmuan: Fiqih Syari’ah, Aqidah, dan Hadits.
Resmi Dibuka: Membuka Gerbang Cakrawala Pemikiran
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur KMI, Al-Ustadz Sandy Hendra Wibawa, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan literasi klasik sebagai fondasi menghadapi dunia modern.
“Fathul Kutub adalah jembatan bagi santri untuk berdialog langsung dengan para ulama besar terdahulu. Kita ingin lulusan Darul Ilmi INDONESIA tidak hanya pintar berbicara, tapi memiliki landasan dalil yang kuat dan tidak kaku atau fanatik buta terhadap satu madzhab saja,” ujar beliau.
Materi dan Bimbingan Pakar
Untuk membekali santri sebelum terjun ke dalam rak-rak perpustakaan, para ustadz pembimbing memberikan pengantar materi komprehensif:
| Bidang Keilmuan | Pemateri | Fokus Bahasan |
| Fiqih Syari’ah | Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, SH.H., M.Si | Kontekstualisasi hukum Islam terhadap masalah kontemporer. |
| Aqidah | Al-Ustadz Khalifaturrahman, S.Ag | Memperkuat fondasi tauhid di tengah arus pemikiran modern. |
| Hadits | Al-Ustadz Bayu Segarahin Harahap, S.M | Metodologi pemahaman hadits sebagai sumber hukum kedua. |
Metodologi: Dari Menelaah hingga Presentasi
Kegiatan ini menuntut kemandirian dan intelektualitas tinggi. Para santri tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi melakukan aktivitas mandiri yang meliputi:
-
Talaah Kitab: Mencari referensi dari kitab-kitab klasik setebal ratusan halaman untuk menjawab persoalan hukum tertentu.
-
Penulisan Ilmiah: Menyusun makalah hasil temuan dalam bahasa Arab yang fasih.
-
Diskusi & Munabaqah: Mempresentasikan hasil analisis di depan penguji dan rekan sejawat, di mana debat ilmiah menggunakan bahasa Arab menjadi ruh dalam sesi ini.
Persiapan Menuju Jenjang Perguruan Tinggi
Selain peningkatan kualitas keagamaan, Fathul Kutub bertujuan membekali santri dengan skill riset yang dibutuhkan di dunia perkuliahan kelak. Dengan terbiasa membedah literatur asli, diharapkan santri memiliki pemahaman agama yang moderat (washatiyyah) dan inklusif.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi santri kelas 5 KMI untuk lebih mencintai ilmu dan siap menjadi pencerah bagi masyarakat di masa depan.

