Oleh: Deryl Prananda, 2-B, Bogor
Masuk pesantren? Dipaksa orang tua atau kemauan sendiri? Memangnya di pesantren bisa apa dan dapat apa?
Ada yang awalnya karena dianjurkan orang tua, ada pula yang karena mempunyai teman atau saudara yang sudah pernah masuk pesantren, ada pula yang hanya ingin coba-coba, ada pula yang ingin menjalani rehabilitasi, dan lain sebagainya.
Menurut saya masuk ke pesantren adalah pilihan yang tepat untuk belajar. Pesantren bukan lembaga pendidikan biasa, pesantren adalah tempat belajar bagi mereka yang berjiwa kuat dan berhati besar, serta siap hidup mandiri. Bekal untuk masuk ke dalamnya pun tidaklah sederhana, butuh niat dan motivasi belajar yang kuat, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai resiko dan tantangannya.
Motivasi saya untuk masuk pesantren saya jabarkan dalam tujuh hal:
- Ibadah karena Allah
Menuntut ilmu adalah amalan yang derajatnya sangat tinggi dalam Islam, menuntut ilmu adalah cara mendekatkan diri kita kepada Allah, juga kewajiban sebagai seorang muslim, karena itu adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah.
- Memperdalam ilmu agama
Ilmu-ilmu agama adalah bekal penting dalam kehidupan setelah keluar dari pesantren. Apapun profesinya, jika sudah berbekal ilmu agama, insyaAllah tidak akan tersesat di dunia.
- Menjadi mandiri dan berkarakter hebat
Di pesantren semuanya serba mandiri dan berdisiplin. Para santri dipersiapkan menjadi pemimpin berkarakter hebat. Pesantren adalah tempat yang cocok untuk belajar mandiri, sederhana, kerja sama, memimpin, berorganisasi, disiplin, dan lain sebagainya. Semua itu dapat membentuk santri menjadi pribadi yang hebat.
- Bekal untuk hidup di dunia dan akhirat
Selain ilmu-ilmu agama, di pesantren juga diajarkan sains dan berbagai keterampilan lainnya sebagai modal bagi kehidupan setelah lulus. Dengan begitu, kita bisa bersaing dengan lulusan sekolah lainnya dalam berbagai bidang, dan tentunya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi manapun, baik nasional maupun internasional.
- Menghafal Al-Qur’an
Di antara program inti pesantren adalah menghafal Al-Qur’an, bagi pesantren yang memiliki program ini, tujuanya adalah menghafal lengkap 30 juz,bagi pesantren umum setidak nya bisa menghafal juz Amma (juz 30) dan surat-surat penting yang biasa digunakan di masyarakat.
- Belajar bahasa asing
Seberapa penting belajar bahasa asing? Itulah kunci dan bekal utama untuk merabah ke dunia internasional. Mempelajari bahasa Arab akan memudahkan kita belajar
Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan Arab, serta mudah bergaul dengan para warga Timur Tengah. Sedangkan bahasa Inggris membuka cakrawala pengetahuan yang luas dari Barat, yang di mana hampir semua buku-buku dan referensi penting ditulis dan diterjemahkan ke bahasa Inggris.
- Membahgiakan orang tua
Salah satu kunci sukses dalam hidup ini adalah membahagiakan orang tua, mereka menginginkan kita sukses, punya masa depan yang baik, punya akhlak yang baik, menjadi pribadi yang tangguh dan mau bekerja keras. Kerena itulah mereka memasukkan kita ke pesantren, dan cara paling cepat membahagiakan orang tua adalah belajar dengan giat dan panuh semangat di pesantren.
Jika kita sudah bertekad kuat untuk mondok, ada tujuh cara agar tetap kuat dan betah di pesantren:
- Luruskan niat dan tekad.
- Perbanyak teman, belajar memahami berbagai kepribadian mereka.
- Aktif di berbagai kegiatan sehingga tidak tersisa waktu untuk melamun.
- Sabar dan istiqamah saat menjalani proses yang sulit.
- Jangan sering melanggar aturan.
- Makan dan istirahat yang teratur, kegiatan di pesantren sudah diatur sebaik mungkin.
Tidak lari dari setiap masalah, sering berkonsultasi dengan asatidz agar berani menghadapi resiko apapun.

