Oleh: Muhammad Alkindi, Santri Kelas 2-B dari Bogor
Hai kawan, andai saja…
Yang maha kuasa mengizinkannya
Andai kami dapat izinnya
Akan kami curahkan semuanya
Kami menggeleng kepala
Mengelus halus dada
Sambil beristighfar padanya
Hei lihat anak muda!
Mengendarai motor dengan bahagia
Menikmati sepoi di ujung senja
Boncengan berdua bareng doinya
Hei lihat anak muda!
Mereka gagah dan perkasa
Dengan bangga angkat senjata
Demi mengharumkan nama sekolahnya
OMONG KOSONG SEMUANYA !
Andai kau itu di masaku yang muda
Dulu mana sempat bermesra
Api berkobar di Ujung senja
Maut membuntut di belakang raga
Bayangkan dulu kala!
Dulu jangankan nemu kafenya
Minum kopi gelisah jiwa
Haha hihi meledak tubuhnya
Tolong kenang semuanya
Gagah lemah kami menyerta
Bambu runcing senjata kita
Demi bangsa esok lusa
Terik mentari membawa warnanya
Langit nusantara merah merona
Memberi langit kabar duka
Atas gugurnya para ksatria
Raga meronta di ujung mata
Jiwa melengking hendak meninggalkannya
Berguguran bagai daun sakura
Dengan darah sebagai noda
Sekarang kalian aku tanya!
Apa tujuan gugurnya jiwa?
Apa tujuan meledaknya raga?
Untuk apa ini semua?
-Jangan jawab dengan kata
Kalian mustahil bisa menjawabnya
Kalian cukup renungkan saja
Dan lihat ke sekelilingnya
-Tubuh kaku mengharap merdeka
Jiwa berguguran demi negara
Demi hari esok lusa
Nusantara yang jaya bercahaya
-Dari hati terdalam bersuara
Kecewa pada anak muda
Namun menaruh harapan atasnya
Ayolah bung, mengertilah!
-Jangan abaikan perjuangan kita
Perjuangan mencapai tujuan mulia
Demi kalian tak merasa
Betapa pahitnya thidup terpaksa
-Kami mengharapkan anak muda
Yang bisa sendri kerjanya
Bukan yang bonceng doinya
Pake duit orangtua
-kami ingin anak muda
Yang bagus kualitas dirinya
Buakan sibuk formalitas dirinya
Saat ditanya, Plongo- plonga
Oh Cendala …
-Kami datang kalau bisa
Menghampiri satu persatu kepala
Lalu berbisik pada telinga
Atas pesan yang nyata
-Jiwa segar jangan disia-sia
Tubuh bugar jangan salah guna
Harta melimpah pergilah menderma
Pengalaman ada, bantulah manusia
Wahai anak muda
-Dunia luas tidak terkira
Walau itu adalah cakrawala
Namun sebenarnya masih ada
Dibalik negri-negri tetangga
Wahai anak muda
-Pergilah ke negeri sana
Walau itu ujung dunia
Jemputlah pengalaman disana
Walau dunia dalam bahaya
-Yakinlah bahwa, kelak masanya
Kau akan menyesali masa muda
Yang kau salah guna
Berujung kekang masa tua
-Maka pandanglah esok lusa
Dimana mentari terbit segera
Karena itu aba aba
Untuk memulai langkahmu segera
-Namun jangan menunggu masa
Karena kempatan tak tersangka
Mentari hanyalah pengiring saja
Untuk harimu luar biasa
-Namun jangan lupa padanya
Yang telah memberi kuasa
Pada kalian anak muda
Untuk bisa melanglang buana
-Pesan ini jangan dilupa
Selagi engkau masih muda
Berjuanglah dengan segenap tenaga
Demi akhir yang Bahagia
ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!
-Salam dari kami semua
Yang gugur demi bangsa
Jiwa muda abadi gelora
Demi lusa menolak lupa

