Monday, November 2, 2026
HomeBiografiYahya Ayyash: Sang Legenda “The Engineer”

Yahya Ayyash: Sang Legenda “The Engineer”

Kajian tokoh oleh M. Kafabi Faza Ibrahim, santri kelas 2-C dari Bekasi

Masa Kecil

Di tengah kamp pengungsi Rafah, pada 6 Maret 1966, Yahya Ayyash lahir. Nama lengkapnya adalah Yahya Abdul Latif Syathi Ayyash. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas, memiliki daya ingat kuat, dan tekun. Ayyash telah menghafal Al-Qur’an pada usia 6 tahun. Ia tumbuh besar di lingkungan yang taat menjalankan ajaran Islam.

Ketika bersekolah di tingkat dasar, kecerdasannya membuat para guru kagum. Ia tidak hanya menguasai pelajaran di kelasnya, tetapi juga pelajaran di tingkat yang lebih tinggi. Saat lulus dari bangku SMA pada tahun 1984, Ayyash memperoleh nilai rata-rata 92,8—sebuah prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh siswa SMA di Palestina. Di Universitas Birzeit, Ayyash lulus dengan predikat imtiyaz (cum laude) sebagai seorang sarjana teknik.

Perjalanan Organisasi

Pada masa Intifadah pertama, Ayyash menulis sebuah risalah untuk Hamas yang berisi strategi berperang melawan Israel. Gagasannya mendapat sambutan dari Hamas. Sejak itu, Ayyash mulai sibuk mempersiapkan sejumlah bom yang memiliki daya ledak dahsyat.

Yahya Ayyash dikenal dengan panggilan Al-Muhandis atau The Engineer karena keahliannya dalam membuat bom dan peralatan militer lainnya. Kekaguman terhadapnya tidak hanya datang dari rakyat Palestina, tetapi juga dari musuhnya, Israel.

Simon Romah, salah satu komandan militer Israel, bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap Yahya Ayyash. Ia berkata, “Saya terpaksa mengakui rasa kagum pada Yahya Ayyash. Dia adalah seorang pemuda yang memiliki kemampuan dan keahlian tinggi dalam melaksanakan sejumlah misi yang ditugaskan kepadanya. Dia memiliki mental baja dan daya inovasi yang terus mengalir.” Media massa Israel bahkan memberinya julukan Rubah Gurun, Manusia Seribu Wajah, dan Si Genius.

Aksi pasukan Ayyash sangat cepat dan sulit diprediksi. Pada 9 Oktober 1994, dua pasukannya berhasil menembus seluruh pos penjagaan militer Israel. Atas arahannya, mereka berhasil melancarkan serangan terhadap tentara Israel di wilayah Netzarim. Banyak operasi militer lainnya yang dirancang oleh Ayyash dan umumnya berjalan sukses.

Menjadi Buronan

Karena aksinya yang terus-menerus dilakukan, Ayyash menjadi buronan nomor satu Israel. Ia dan keluarganya harus terus berpindah tempat untuk menghindari kejaran pasukan Israel. Teror dari tentara Israel tidak hanya ditujukan kepada Ayyash, tetapi juga kepada keluarganya.

Israel menyebarkan berbagai poster berisi wajah Ayyash untuk meningkatkan kewaspadaan rakyat Israel. Di poster tersebut tertulis, “Kenali Musuh Nomor 1: Yahya Ayyash.”

Ummu Barra, istri Ayyash, mengenang bagaimana ia pertama kali mengetahui perjuangan suaminya. Ia sering melihat Ayyash pulang ke rumah dengan pakaian kotor. Ketika ditanya, Ayyash selalu menjawab dengan lembut bahwa ia tidak bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya ia lakukan. Namun, ia meyakinkan istrinya bahwa semua yang ia lakukan adalah demi meraih keridaan Allah SWT.

Syahidnya Yahya Ayyash

Ketika sedang menerima telepon dari orang tuanya, tiba-tiba terjadi sebuah ledakan besar. Ternyata, telepon genggam yang dipegang Ayyash telah dipasangi bom. Ledakan tersebut menghancurkan tubuh Ayyash hingga ia menemui syahid.

Ayyash gugur akibat bom kecil yang disembunyikan di dalam telepon genggam. Seorang pengkhianat yang bekerja untuk Israel telah memberikan telepon itu kepadanya. Meski ia telah tiada, Ayyash meninggalkan puluhan Muhandis di belakangnya yang akan terus melanjutkan perjuangannya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments