BOGOR – Usai menjalani masa libur panjang Idul Fitri 1447 H, santri Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia resmi kembali ke lingkungan pondok pada Ahad, 29 Maret 2026. Momentum kembalinya santri ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi tahap krusial evaluasi kedisiplinan melalui pemeriksaan buku kegiatan liburan oleh jajaran asatidz.
Pemeriksaan dilakukan secara serentak pada Selasa (31/03) di ruang-ruang kelas. Langkah ini diambil untuk memastikan nilai-nilai kepesantrenan tetap terjaga dan terimplementasi dengan baik, meski santri berada di luar pengawasan langsung para guru.
Evaluasi Estafet ODOJ dan Konsistensi Ibadah
Fokus utama dalam pemeriksaan ini adalah konsistensi santri dalam menjalankan program One Day One Juz (ODOJ) yang telah diamanahkan sebelum liburan dimulai. Para guru meneliti dengan cermat catatan aktivitas harian guna memastikan estafet ibadah dari pondok ke rumah tidak terputus.
“Liburan bagi santri kami bukan berarti kosong tanpa kegiatan. Liburan adalah momentum berpindahnya satu kegiatan positif ke kegiatan positif lainnya, sesuai kaidah ar-rahatu fi tabadulil a’mal (istirahat adalah pergantian aktivitas),” ujar Direktur Pengasuhan Santri, Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, S.H., M.Si. di sela-sela peninjauan.
Implementasi Etiket (Etiquette) di Tengah Masyarakat
Selain aspek spiritual, buku kegiatan tersebut memuat rekam jejak aktivitas sosial dan implementasi etiket (etiquette) yang telah dibekalkan dalam tiga sesi pengarahan pra-libur. Verifikasi dilakukan melalui catatan harian dan validasi tanda tangan orang tua sebagai bukti nyata bahwa santri telah menunjukkan akhlakul karimah selama berinteraksi di lingkungan masyarakat.
Pihak pesantren menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting untuk:
-
Mengukur Kemandirian: Meninjau sejauh mana santri mampu mengelola waktu secara mandiri tanpa komando bel pesantren.
-
Apresiasi & Edukasi: Memberikan penghargaan bagi santri yang disiplin serta bimbingan khusus bagi santri yang catatannya belum optimal.
-
Jembatan Komunikasi: Meninjau pesan atau masukan dari orang tua yang disematkan dalam laporan kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi pengasuhan.
Kesiapan KBM Semester Kedua
Dengan tuntasnya audit buku kegiatan ini, para santri dinyatakan siap untuk kembali mengikuti rutinitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester kedua. Kedisiplinan yang terekam selama liburan diharapkan menjadi modal mental yang kuat bagi santri dalam menghadapi tantangan akademik dan pembinaan karakter selanjutnya.
Sebagai tanda dimulainya kembali perjuangan menuntut ilmu, seluruh santri dijadwalkan mengikuti Apel Besar Pembukaan KBM Pasca-Liburan pada pagi hari esok di lapangan utama Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia.

