Monday, November 2, 2026
HomeArtikelPesantren: Miniatur Kehidupan Bermasyarakat

Pesantren: Miniatur Kehidupan Bermasyarakat

oleh Al-Ustadz Dodik Gilang Islami, S.H

Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia atau disingkat dengan PMDII, merupakan lembaga pendidikan islam yang bersistemkan Asrama, kyai sebagai sentral figurnya, dan masjid sebagai titik pusat yang menjiwainya.

Di Pesantren Modern Darul Ilmi Indonesia,  kyai, guru, dan santri, hidup di dalam satu lingkungan dan kawasan dengan penuh damai, tentram nan sejahtera. Dan di dalamnya tidak ada kesenjangan sosial di antara satu sama lain baik dari kiai ke guru, guru ke murid, melainkan mereka hidup dengan penuh kerukunan seperti halnya keluarga di dalam rumah tangga.

Pesantren ini selalu memperhatikan pendidikan di banding pengajaran. Kenapa demikian? Karena di dalam pendidikan itu sudah pasti ada pengajaran.  Dan di dalam pengajaran belum tentu ada pendidikan, karena mungkin saja, bisa jadi seorang pengajar hanya memberikan pengajaran-pengajaran saja yang sifatnya secara tekstual dan tersurat saja. Dan bisa jadi tidak memperhatikan etika atau akhlak anak didiknya.

Pesantren yang belum genap satu tahun ini, akan selalu memberikan inovasi-inovasi baru demi membangun dan mengembangkan kualitasnya. Dan di dalamnya saling bekerja sama dalam hal kebaikan demi perkembangan Pesantren dengan mengedepankan ukhuwah islamiyyah yang solid serta erat.

PMDII selalu memberikan wadah-wadah yang aktual bagi seluruh elemen yang ada di dalamnya. Bukan hanya kepada santri, bahkan guru dan kiai pun demikian. Sebagai contoh kecilnya di pesantren, ketua kamar dengan segala problematika kamarnya, dari organisasi terkecil ini seorang ketua kamar terdidik bukan hanya rasa memiliki namun juga memiliki rasa tanggungjawab yang besat terhadap kamarnya, yang kedepannya dia akan terlatih dan terbiasa untuk memimpin dan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.

Contoh yang lebih besar,  ketika guru diberikan tanggung jawab untuk mengajar santrinya, guru tersebut bukan hanya sekadar mengajar melainkan beliau juga harus belajar dan bagaimana caranya mengajar santrinya. Karena hakikat dari mengajar adalah belajar, dan ketika seorang guru mengajar maka dia akan menemukan kekurangan-kekurangan tentang dirinya yang mana apabila ada murid yang bertanya kemudian dia tidak bisa menjawabnya akan menjadi sebuah treeger guru tersebut untuk bukan hanya saja paham, tapi memahamkan. Karena tingkat tertinggi dari sebuah pemahaman adalah bagaimana kita bisa memahamkan kepada orang lain.

Inilah sebuah pendidikan dan pengajaran yang ada di Pesantren ini, santri pun demikian mereka mendapatkan amanat dari orang tuanya yaitu belajar. Selain mendapatkan amanat dari orang tua mereka, mereka pun mendapatkan amanat dari pesantren yaitu mematuhi segala peraturan yang ada di pesantren dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai islami. Dilain sisi mereka pun akan diberikan amanah untuk menjadi asisten bagian koperasi pesantren missal dan lain sebagainya, tidak lain dan tidak bukan tujuannya yaitu sebagai pendidikan baginya serta untuk menggali potensi-potensi yang ada di dalam dirinya.

Maka tak salah apabila kita mengatakan bahwa kehidupan di Pesantren merupakan miniature kehidupan bermasyarakat, mengapa demikin? Karena di dalamnya dipadu dan digabungkan 3 unsur Pendidikan yaitu Pendidikan rumah, Pendidikan sekolah dan Pendidikan masyarakat. Contoh dari Pendidikan rumah di pesantren adalah para santri dibimbing oleh guru guru yang menjadi orangtua mereka, menjadi kakak mereka bahkan kadang menjadi teman mereka. Para guru memposisikan diri sesuai kondisi dan situasi santri. Nasehat dari orangtua terwakilkan oleh guru yang mengawal mereka di rumah/asrama selama 24 jam penuh. Pendidikan yang ada di Pesantren bersifat aktual, karena setiap gerak-gerik santrinya selalu di awasi dan selalu di pantau selama dua puluh empat jam. Dan apabila mereka berbuat salah dan melenceng, mereka selalu diingatkan dan di tahdib. Walaupun permasalahan itu sangat kecil sekali, Pesantren ini tidak akan pernah menyepelekannya. Melainkan, selalu memperhatikan, mengawasi, bahkan mengevaluasi.

Setelah para santri merasakan harmonisnya kehidupan di rumah/asrama, mereka akan masuk ke kelas mereka masing masing dengan bimbingan para wali kelas, para wali kelas dan guru memberikan pelajaran pelajaran yang sudah tentu ada kaitannya dengan kehidupan sehari hari, itu merupakan contoh Pendidikan sekolah yang ada di pesantren. Sore hari, para santri keluar dari kamar masing masing guna mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, disini lah Pendidikan masyarakat sangat kental, dimana para santri akan belajar tentang bagaimana bisa dan mampu memahami sifat dan karakter antar teman, karena tidak semua santri berasal dari satu daerah melainkan dari berbagai daerah di Indonesia, disini mereka terdidik bukan hanya minta untuk dipahami saja, melainkan mereka juga harus memahami karakter dari masing masing teman, disini pula para santri terdidik untuk dapat bersosialisasi dengan teman.

Yang pada akhirnya, semua di pesantren ini adalah belajar dan berlatih, bukan hanya itu, penghuni pesantren bahkan juga mengajar dan melatih, karena itu semua akan mereka rasakan dan alami dalam lingkungan kehidupan yang lebih luas, yaitu di masyarakat. Semua yang ada di pesantren ini menikmati tapi juga menilai dan mengevaluasi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments