Monday, November 2, 2026

Anak Muda

Oleh: Muhammad Alkindi, Santri Kelas 2-B dari Bogor

Hai kawan, andai saja…

Yang maha kuasa mengizinkannya

Andai kami dapat izinnya

Akan kami curahkan semuanya

 

Kami menggeleng kepala

Mengelus halus dada

Sambil beristighfar padanya

 

Hei lihat anak muda!

Mengendarai motor dengan bahagia

Menikmati sepoi di ujung senja

Boncengan berdua bareng doinya

 

Hei lihat anak muda!

Mereka gagah dan perkasa

Dengan bangga angkat senjata

Demi mengharumkan nama sekolahnya

 

OMONG KOSONG SEMUANYA !

Andai kau itu di masaku yang muda

Dulu mana sempat bermesra

Api berkobar di Ujung senja

Maut membuntut di belakang raga

 

Bayangkan dulu kala!

Dulu jangankan nemu kafenya

Minum kopi gelisah  jiwa

Haha hihi meledak tubuhnya

 

Tolong kenang semuanya

Gagah lemah kami menyerta

Bambu runcing senjata kita

Demi bangsa esok lusa

 

Terik mentari membawa warnanya

Langit nusantara merah merona

Memberi langit kabar duka

Atas gugurnya para ksatria

 

Raga meronta di ujung mata

Jiwa melengking hendak meninggalkannya

Berguguran bagai daun sakura

Dengan darah sebagai noda

 

Sekarang kalian aku tanya!

Apa tujuan gugurnya jiwa?

Apa tujuan meledaknya raga?

Untuk apa ini semua?

 

-Jangan jawab dengan kata

Kalian mustahil bisa menjawabnya

Kalian cukup renungkan saja

Dan lihat ke sekelilingnya

 

-Tubuh kaku mengharap merdeka

Jiwa berguguran demi negara

Demi hari esok lusa

Nusantara yang jaya bercahaya

 

-Dari hati terdalam bersuara

Kecewa pada anak muda

Namun menaruh harapan atasnya

Ayolah bung, mengertilah!

 

-Jangan abaikan perjuangan kita

Perjuangan mencapai tujuan mulia

Demi kalian tak merasa

Betapa pahitnya thidup terpaksa

 

-Kami mengharapkan anak muda

Yang bisa sendri kerjanya

Bukan yang bonceng doinya

Pake duit orangtua

 

-kami ingin anak muda

Yang bagus kualitas dirinya

Buakan sibuk formalitas dirinya

Saat ditanya, Plongo- plonga

 

Oh Cendala …

-Kami datang kalau bisa

Menghampiri satu persatu kepala

Lalu berbisik pada telinga

Atas pesan yang nyata

 

-Jiwa segar jangan disia-sia

Tubuh bugar jangan salah guna

Harta melimpah pergilah menderma

Pengalaman ada, bantulah manusia

 

Wahai anak muda

-Dunia luas tidak terkira

Walau itu adalah cakrawala

Namun sebenarnya masih ada

Dibalik negri-negri tetangga

 

Wahai anak muda

-Pergilah ke negeri sana

Walau itu ujung dunia

Jemputlah pengalaman disana

Walau dunia dalam bahaya

 

 

 

-Yakinlah bahwa, kelak masanya

Kau akan menyesali masa muda

Yang kau salah guna

Berujung kekang masa tua

 

-Maka pandanglah esok lusa

Dimana mentari terbit segera

Karena itu aba aba

Untuk memulai langkahmu segera

 

-Namun jangan menunggu masa

Karena kempatan tak tersangka

Mentari hanyalah pengiring saja

Untuk harimu luar biasa

 

-Namun jangan lupa padanya

Yang telah memberi kuasa

Pada kalian anak muda

Untuk bisa melanglang buana

 

-Pesan ini jangan dilupa

Selagi engkau masih muda

Berjuanglah dengan segenap tenaga

Demi akhir yang Bahagia

 

ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!

 

-Salam dari kami semua

Yang gugur demi bangsa

Jiwa muda abadi gelora

Demi lusa menolak lupa

Previous article
Next article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments