Monday, November 2, 2026
HomeKarya SantriPenelitian Cabai Merah

Penelitian Cabai Merah

Muhammad Faaris Jihady, Santri Kelas 1-B dari Bogor

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan salah satu pohon cabai yang ditanam di lahan pesantren.

Karakteristik Cabai Merah

Buah cabai besar berukuran Panjang berkisar 6 – 10 cm, diameter 0,7 – 1,3cm. Cabai besar di Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu cabai merah besar dan cabai merah keriting. Permukaan buah cabai merah besar halus dan mengkilat serta mempunyai rasa pedas. Sedangkan cabai merah keriting bentuknya lebih ramping dengan cita rasa sangat pedas

Cabai merah dapat tumbuh subur di dataran rendah hingga dataran tinggi. Cabai Merah memiliki ciri-ciri, antara lain bentuk buah yang besar, panjang, dan meruncing; buah yang muda berwarna hijau, sedangkan buah yang tua berwarna merah; kulit buah agak tipis; banyak terdapat biji; dan rasanya agak pedas

Cabai merah berkualitas sebagai berikut berwarna merah segar dan tidak keriput, batang berwarna kehijauan yang kokoh, pilih Cabai yang tidak melengkung untuk rasa pedas maksimal, memiliki kulit yang tebal, dan aroma pedas yang khas.

Cabai merah berguna sebagai penyedap masakan, cabai juga mengandung zat-zat gizi yang sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Cabai mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium (ca), fosfor (p), besi (fe), vitamin-vitamin dan mengandung senyawa cikaloid, seperti capsaicin, flavenoid, dan minyak esensial

Hasil Observasi & Saran

Karakteristik/struktur pohon Cabai:

  • Pohon cabainya memiliki batang penopang yang kuat, ukurannya kira-kira sekitar 17 cm dan memiliki 3 cabang batang, pada setiap cabang memiliki ukuran kira-kira sekitar 60 cm
  • Pohon cabainya berdaun lebat dan masih banyak bunganya, sebagian sudah menjadi buah. Sebagian kecil dari daunnya berbentuk keriting dan berlubang-lubang.
  • Cabai tersebut berwarna hijau (masih muda) ukuran panjang cabai kira-kira sekitar 7-8 cm.

Analisa:

  • Daun cabai melayu dikarenakan : Kebanyakan air dan kekurangan cahaya matahari, sebab kota Bogor adalah kota hujan yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi.
  • Daun cabai berlubang lubang disebabkan oleh hama seperti kutu daun, thrips tungau dan lalat putih menyebabkan daun kering/menggulung. Namun, jika daun yang dimakan selama perkembangan dapat muncul dalam kondisi kering bengkok/melengkung

Saran

Cara mencegah daun cabai agar tidak layu adalah dengan cukup air tidak berlebih, cukup terkena sinar matahari dan cukup nutrisi

Cara agar daun cabai tidak berlubang-lubang sebagai berikut: menggunakan pupuk kandang yang sudah terfermentasi, menggunakan pupuk urea secara berimbang, mengatur irigasi agar tanaman cabai tidak tergenang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments